50 Tahun Mendatang Anak Kita

Mungkin kita sudah mati dan jasad kita dikubur entah dimana, atau sedang tua renta sehingga harus berpegangan tongkat untuk berjalan; atau sedang menjemput syahid di jalan Allah di hari yang sama dengan jam saat kita berbincang di tempat ini; atau kita sedang menunggu kematian datang dengan kebaikan yang besar dan bukan keburukan. Allahumma Amin……….

50 Tahun Yang Akan Datang…

Anak-anak kita mungkin sudah tersebar di seluruh dunia. Saat itu, mungkin ada yang sedang menggugah inspirasi umat Islam seluruh dunia, berbicara dari Mesir hingga Amerika, dari Makkah Al Mukarramah hingga Barcelona. Ia menggerakan hati dan melakukan proyek-proyek kebaikan, sehingga kota-kota yang pada zaman keemasan Islam yang terang benderang oleh cahaya-Nya, dari Gibraltar hingga Madrid, dari Istambul hingga Shenzhen, kembali dipenuhi gemuruh takbir saat pengujung malam datang. Sementara siangnya mereka seperti singa kelaparan yang bekerja keras menggenggam dunia. Mereka membasahi tubuhnya dengan keringat karena kerasnya mereka bekerja meski segala fasilitas telah mereka dapat, sementara di malam hari mereka membasahi wajah dan hatinya dengan air mata karena besarnya rasa takut kepada Allah Ta`ala. Rasa takut yang bersumber dari cinta dan taat kepada-Nya.

Continue reading “50 Tahun Mendatang Anak Kita”

Untuk Istriku

Puisi yang selalu muncul dibenak ketika datang bulan juni (karena saat ulang) dan ketika hujan turun dan dingin setelah sekian lama panas dan kering. Dan ketika mengingat puisi ini, kerinduan yang teramat pada istri yang begitu aku cintai.

Ini untuk-mu :

Hujan Bulan Juni
: Sapardi Djoko Damono

tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan Juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu

tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan Juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu

tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan Juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu

KAMU

………… rasa luka begitu menyayat pedih

sepenggal kalimat dengan kata tak bermakna,

diam sepi

ketika tangan tak sampai jua menggapai pada rasa duka hatimu,

sakit

pada sapa yang tak jua menyapa gelisahmu,

resah

hanya satu dari kedalaman nurani dan jiwa

empatiku padamu

TETAPLAH TEGUH

oleh Imam Sarjono pada 25 Desember 2008 jam 17:15

Ketika aku tak lagi milik mu….
Tetaplah teguh pada janji kita…
yang pernah kita tautkan bersama
Pada angan
Pada masa
Pada harapan
Pada tujuan
Continue reading “TETAPLAH TEGUH”

Di Sepertiga Malam Itu

oleh Imam Sarjono pada 30 Desember 2008 jam 14:15
Di sepertiga malam itu
Ku termangu pada kata kelu
Pada diam yang tak bisa kumaknai
Hanya jiwa yang penuh rindu,
Membekap segenap diri.
Kuhunjamkan seribu cinta dan tangis……
Dalam sujudku terdalam,
lunglai sekujur tubuh tak berdaya….
Sungguh jasadku tiada makna tanpa Mu…
Dalam kisi jiwa terdalam, aku larut pada kagum Abadi
Continue reading “Di Sepertiga Malam Itu”

Ku cari Aku

oleh Imam Sarjono pada 07 Januari 2009 jam 0:27

Kucari Aku pada deretan kalimat cerita
tapi tak ada dalam nukilan satu paragraf saja
hanya ada pada penggalan kata yang kadang tak bermakna

Continue reading “Ku cari Aku”

Engkau Memang Cantik

oleh Imam Sarjono pada 11 Januari 2009 jam 6:19
Cantik
Engkau memang cantik
Tapi aku takut menjamahmu
Karena kehadirannya adalah syahwati
Sementara cinta illahi hilang di balik pintu birahi

Continue reading “Engkau Memang Cantik”

Kutunggu engkau di akhir hari…

oleh Imam Sarjono pada 26 Januari 2009 jam 19:54

Kutunggu engkau di akhir hari
sendiri…
rindu tak tertahan lagi
bersapa dalam diamnya kata
akhirkan dengan isyarat makna

http://www.facebook.com/profile.php?id=1456456688&sk=notes#!/note.php?note_id=46442619804

WARNING : Tiga Rasa Dalam Kata Yang Bikin Binasa

oleh Imam Sarjono pada 14 Maret 2009 jam 14:06
Ada tiga rasa dalam kata yang bikin binasa :

1. Ana
yakni ananiah, egoisme atau keakuan.
Inilah jalan iblis yang penuh kesombongan, merasa paling baik. “Ana khairum minhu kholaqtani min naar wa khalaqtahu min tiin…. Saya lebih baik daripada dia (adam), Engkau ciptakan aku dari api, Engkau cipta dia dari tanah.” Inilah superioritas yang ditiru Yahudi maupun Hitler, yang menganggap bangsa selain mereka sebagai budak mereka. Lihat surat Al-A’raf 12

Continue reading “WARNING : Tiga Rasa Dalam Kata Yang Bikin Binasa”

SAMPAK GUSURAN – Suluk Mabuk Segala Jurusan

oleh Imam Sarjono pada 16 Maret 2009 jam 18:53

Kemarin aku download sebuah lagu yang sedikit nylekit di dengarkan, namun asyik untuk menjadi pelajaran. Bolehkah saya untuk berbagi syairnya….. judulnya SAMPAK GUSURAN-SULUK MABUK SEGALA JURUSAN

Karena tiap kata kamu rangkum maknanya
Karena setiap bahasa kamu bredeli pengertian
Karena setiap tanda kamu kubur isyaratnya
Maka kamui memilih lupa !

Continue reading “SAMPAK GUSURAN – Suluk Mabuk Segala Jurusan”