oleh Imam Sarjono pada 30 Desember 2008 jam 14:15
Di sepertiga malam itu
Ku termangu pada kata kelu
Pada diam yang tak bisa kumaknai
Hanya jiwa yang penuh rindu,
Membekap segenap diri.
Kuhunjamkan seribu cinta dan tangis……
Dalam sujudku terdalam,
lunglai sekujur tubuh tak berdaya….
Sungguh jasadku tiada makna tanpa Mu…
Dalam kisi jiwa terdalam, aku larut pada kagum Abadi
Allahu akbar…….
Allahu akbar…….
Sungguh Engkau Raja diatas raja
Yang mengawali dan mengakhiri….
Beribu sujudku,
Sejuta cintaku……
Takan mampu menebus Cinta dan RahmatMu…
Engkaulah hulu dimana Cinta mengalir
Dan yang menitiskannya dalam setiap desir aliran darah kami
Di sepertiga malam itu
Terus kubenamkan jiwaku
Dalam hening tak bertepi
Aku luruh dalam Cinta Agung Mu
Dimana….., aku merasa selalu Engkau pandang
(kembali mozaik kehidupan menyatu dalam pandang semu)
Ku termangu pada kata kelu
Pada diam yang tak bisa kumaknai
Hanya jiwa yang penuh rindu,
Membekap segenap diri.
Kuhunjamkan seribu cinta dan tangis……
Dalam sujudku terdalam,
lunglai sekujur tubuh tak berdaya….
Sungguh jasadku tiada makna tanpa Mu…
Dalam kisi jiwa terdalam, aku larut pada kagum Abadi
Allahu akbar…….
Allahu akbar…….
Sungguh Engkau Raja diatas raja
Yang mengawali dan mengakhiri….
Beribu sujudku,
Sejuta cintaku……
Takan mampu menebus Cinta dan RahmatMu…
Engkaulah hulu dimana Cinta mengalir
Dan yang menitiskannya dalam setiap desir aliran darah kami
Di sepertiga malam itu
Terus kubenamkan jiwaku
Dalam hening tak bertepi
Aku luruh dalam Cinta Agung Mu
Dimana….., aku merasa selalu Engkau pandang
(kembali mozaik kehidupan menyatu dalam pandang semu)
Imam-indra/Jakarta/011208
posting ulang: http://www.facebook.com/profile.php?id=1456456688&sk=notes#!/note.php?note_id=41258724804
Komentar