Untuk Istriku

Puisi yang selalu muncul dibenak ketika datang bulan juni (karena saat ulang) dan ketika hujan turun dan dingin setelah sekian lama panas dan kering. Dan ketika mengingat puisi ini, kerinduan yang teramat pada istri yang begitu aku cintai.

Ini untuk-mu :

Hujan Bulan Juni
: Sapardi Djoko Damono

tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan Juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu

tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan Juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu

tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan Juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu

Leave a Reply