TERAPI MEDIS untuk Berhenti Merokok

Ada beberapa cara untuk berhenti merokok. Beberap teman memberi saran antara lain: Langsung saja nggak usah tunggu2 waktu, dengan mengurangi sedikit demi sedikit, Konsultasi atau pendampingan dokter, Dengan terapi Medis, Dan banyak lagi cara dan methoda yang disarankan.

Dari banyak cara dan methoda yang ditawarkan pada dasarnya harus kembali kepada NIAT masing-masing orang. Semakin kuat NIAT dan kemauan untuk berhenti, maka kemungkinan berhasilnya akan semakin besar. Dari beberapa teman yang akhirnya (alhamdulillah) bisa berhenti, paling besar di –NIAT-kan karena alasan Agama, dikarenakan hukum agama yang diyakini dan mencoba untuk melaksanakannya. Kemudian baru alasan Kesehatan dan Ekonomis.

.

Dari pengalaman pribadi, masalah niat mungkin tidak bisa diragukan lagi. Namun kegagalan terus terjadi. Dan sekarang (saat menulis tulisan ini) merupakan hari ke 12 berhasil berhenti merokok, mudah-mudahan tidak akan gagal lagi untuk yang kesekian kali. Insyaallah “niat” kali ini jauh lebih kuat dibanding dengan “niat-niat” yang dulu pernah di bangun, karena FATWA HARAM MUI adalah sesuatu yang “harus” aku sepakati. Mudah-mudahan…

.

Terapi Medis menjadi salah satu cara yang membantu niatan itu, dengan mengkonsumsi obat bisa membantu rasa ketagihan berkurang, malah sangat berkurang. Pingin rasanya membagi pengetahuan itu, Sekilas Tentang Terapi Medis yang saya sarikan dari sebuah web www.stopmerokok.com.


VARENICLINE (sebuah nama generik) nama dagang yang ada di pasaran (yang saya beli) adalah CHAMPIX yang di produksi dari Pfizer merupakan salah satu solusi untuk berhenti merokok, sebuah obat yang harus di beli dengan resep dokter (tapi maaf saya kok belinya nggak pake resep dan bisa ya ??..) Dan harusnya juga konsultasi dengan dokter biar tepat dan aman katanya. Tapi lagi-lagi itupun nggak aku lakukan (biar agak hemat..)

.

Pingin tahu sekilas tentang obat itu ? Hanya untuk orang dewasa; Tidak dianjurkan untuk usia dibawah 18 tahun, wanita hamil dan menyusui serta dikonsumsi bersama dengan obat stop merokok lainnya (karena belum ada penelitian lebih lanjut); Efek pada awal masa pengobatan (sementara) antara lain mual, sembelit, buang angin, muntah dan mimpi abnormal; Obat ini membantu mengurangi gejala-gejala yang muncul karena berhenti merokok seperti sulit konsentrasi, pusing-pusing, gelisah, serta mengurangi perasaan nikmat merokok sehingga dorongan dan keinginan merokok dapat berkurang; Tidak mengandung Nikotin; dan Cara kerjanya adalah dengan memblokir nikotin sehingga tidak menempel pada reseptor otak.